Apa itu waktu ?

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

021316_0417_Apaituwaktu1.jpg
ilustrasi.

Sebentuk perilaku yang tak ku tahu apa tujuan dan maknanya. Yang di bentuk dan diwariskan oleh sekelompok orang-orang terdahulu. Nenek dari nenek-nenek dari nenek moyangku, entah siapa mereka atau setua apa mereka. Mungkin saja mereka, karna lahir dari batu seperti alien yang mampir kebumi, beranak pinang lalu pergi lagi. Yang jelas mereka adalah orang yang pertama kali di rekam oleh sejarah.

Konon dari cerita yang diwariskan turun temurun dari nenek-nenek moyang sampai pada ibuku dan di ceritakan padaku saat kecil di malam hari. Mereka di turunkan langsung oleh penguasa alam semesta. Dalam sebuah buku yang katanya di tuliskan langsung oleh Sang Penciptaku, sang pencipta tempatku hidup saat ini, juga pencipta tempat paling mengerikan dan juga tempat paling menyenangkan yang kata ibuku berada di alam lain.

    Pada awal dimana waktu mulai merekam sebuah perjalanan. Pencipta menurunkan dua orang bepasangan di bumi, sebagaimana Ia menciptakan segala hal yang Ia ciptakan berpasang-pasangan. Enth mengapa seperti itu. Ibuku belum menjelaskannya, atau mungkin saja aku malas mendegarkannya waktu itu. Namun yang jelas, Sang pencipta itu tak punya pasangan seperti yang Ia ciptakan.

    Sebuah makhluk yang bernama waktu itu terus berputar, atau mungkin berjalan. Ayah dan ibuku berkata bahwa waktu juga adalah sebentuk, sesosok atau apapun bentuknya yang jelas si waktu itu tak luput dari penciptaan. Namun bagiku hanya seperti sebuah roll film yang terus menerus merekam. Yang jelas bahwa waktu itu juga diciptakan olehNya. Dan kedua nenek buyutku itulah yang pertama kali terekam oleh waktu. Dan menjadi sejarah.

    Meskipun orang orang memaknai waktu sebagai tuhan, atau orang yang tahu segalanya, mungkin saja aku yang salah, dan waktu ini sebenarnya adalah dukun. Karna mereka seringkali mengatakan bahwa “waktu akan menjawab semuanya”. “waktu akan membuat seseorang lupa”, “tinggal menunggu waktu”. Atau mungkin waktu adalah sebuah barang ?. “Berapa banyak waktu yang ku butuhkan untuk bisa menjadi …..”. Entahlah. Yang jelas aku hanya berranggapan bahwa waktu hanyalah sebuah roll film yang terus-menerus merekam, hingga rolnya habis.

    Entah sudah berapa lama roll film waktu itu merekam kebiadaban manusia. Pembunuhan manusia di perempatan jalan, ibu yang tiap malam melacur demi anaknya, ayah yang bekerja sampai larut malam agar rumahnya tak di lindas alat berat, dan anak-anak sampai orang dewasa yang di biayai namun hanya bermain-main.

Jika waktu adalah manusia, apakah ia berperasaan ?, apakah ia menagis ?, jika ia menagis seperti kita lalu mana air matanya ? apakah hujan adalah air mata sang waktu itu.

Entahlah, orang orang mengatakan bahwa waktu tidak bisa di tarik kembali, kita seperti berada di arus sungai, yang airnya hanya sekali mengalir di depan mata kita. Begitu pula waktu.

Jika memang seperti itu artinya waktu itu terus berubah ?.

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares