KEMISKINAN MELANDA DESAKU YANG SUBUR

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Masyarakat harus sejahtera dan harus merasakan keadilan”

bahasa tersebut sangat di rindukan untuk diwujudkan kepada seluruh desa, khususnya desaku.

               Masalah kemiskinan yang ada di desaku, desa Singura namanya tepatnya di Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong, pribadi yang kecil ini ingin sekali berteriak dan memberitahukan, bahwa kemiskinan tepat berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa Singura sedang berlangsung.

            Sejak lahir dan sampai pada usiaku beranjak 20 tahun, kemiskinan bukannya berkurang justru malah bertambah hingga saat ini. Masyarakat di desa Singura sudah terlalu lama menderita dalam belenggu kemiskinan, sebagian besar masyarakatnya tidak tahu mau berbuat apa, sumber daya manusianya masih terkategori terbelakang, seperti rata-rata setelah lulus Sekolah Dasar banyak dari masyarakat tidak melanjutkannya ke jenjang Sekolah Menengah Pertama, apalagi melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas ataupun ke perguruan tinggi. Sehingga para pemuda, sebagian besar adalah pengangguran, maraknya pernikahan di usia dini dan lebih ironisnya narkoba dan minuman keras masih kerap di jumpai di Desaku yang para penggunanya kebanyakan adalah pemuda.

            Saya mempercayai, bahwa kemiskinan yang terjadi di desaku adalah sebuah kemiskinan struktural yang sengaja di ciptakan secara sistemik. Naifnya, masyarakat sangat mempercayai bahwa kemiskinan tengah berlangsung adalah bagian dari kultur atau jalan yang berikan oleh tuhan.

            Desaku yang kucinta, desaku yang malang, tempat saya dilahirkan dan menjadi tahu seperti apa itu kehidupan, pribadi kecil ini berkomitmen akan kembali ke desa. Sembari dalam tahap penyelesaikan study di program study sosiologi Fisip Untad, pribadi kecil ini mencoba mendedikasikan seluruh kapasitas dan potensi yang dimiliki untuk desaku, melalui tulisan sederhana ini, semoga kita semua bisa bercermin dan melihat di sekeliling kita, bahwa di desaku, desamu dan desanya sedang berlangsung kemiskinan. Kembalilah ke desamu, sesungguhnya desa memerlukan anak-anak bangsa yang sangat peduli dengan desanya sebagai bentuk pengabdian.

Oleh : Abdul Rahman

(Mahasiswa Sosiologi FISIP UNTAD)

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares