75 HARMONI, KAMONJI

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Tak pernah ada perpisahan, karena jika hari ini adalah perpisahan,

maka yang tersisa esok hanyalah kenangan.

 

Baca dengan nurani, perlahan tapi pasti. Dan pastikan bahwa hati tidak mati. Lalu tersenyumlah. Susun rencana dan berkumpul lagi.

Bersama kita telah ciptakan sebuah titik dalam waktu. Sebuah tempat perkemahan sementara bagi para pengelana melintasi dan berjalan bersama waktu. Pria dan wanita, Kecil dan besar, mulia dan jahat, berani dan pengecut. Untuk beberapa saat pernah berkumpul disini. Dan mereka telah pulang sekarang. Kembali ketempat dimana kehidupan lama harus dilanjutkan. Merepih sejuk embun dengan tangan sendiri.

Selayak pagi yang berganti, bulan dan mentari yang bergilir. Perpisahan tercipta dari pertemuan singkat manusia-manusia yang menyatakan diri menjadi sebuah keluarga.

Para pengelana, kawan dan teman seperjuangan harus berpisah. Yang tertinggal hanya sederet nomor dan berlembar-lembar foto sebagai pengingat untuk masa tua. Dan kitapun harus berganti menjadi sang pencerita, bercerita pada anak cucu tentang kehebatan, pengorbanan, juga kekalahan.

Tapi, perlahan namun pasti, foto dalam memori akan tertindis oleh foto lain. Lalu kenanganpun harus perlahan terlupakan dan Ceritapun harus berganti. Masihkan ada cerita tentang hari ini?. Pengingat bahwa kelurga kecil pernah benar-benar ada.

26 hari bukan waktu yang lama, hanya sederet waktu yang singkat dalam hidup manusia. Namun cinta dan rasa kekeluargaan serta persahabatan tidak butuh waktu selama itu, seperti sastra pujangga yang bisa tercipta sekejap mata.

Karena kami adalah keluarga. Izinkan suatu saat nanti kami kembali mengenang memory berharga yang hanya akan terjadi satu kali ini. Tanpa proker dan catatan harian yang membuat Nofri yang malang frustasi sampai harus mengigau tengah malam. Hanya ada Yanti dengan tawanya yang meriah. Aswan yang menghanyutkan dengan komedi. Andini yang memikat hati Dan Aryat yang kini mulai menyadari bahwa kapak 212 memang nyata, dan sedang bersemayam di suatu tempat di Kamonji. Sungguh, karena kalianlah kewarasan hanya tinggal mimpi walau frustasi lebih giat terjadi.

Zaen, Rahma, Anca, Faisal dan banyak lainnya yang berkerja tanpa suara, tanpa terkecuali Abang Retno, pria sejati yang pantang terlihat air matanya walau galau terkadang mendera, sedikit saran,  bang retno. Jika suatu saat nanti kegalauan melanda hatimu yang baik itu, carilah mas Bagus, Ia dapat membantu mengatasi gundah gulana, tak butuh waktu yang lama cukup 5-10 detik memegang laptopnya dan segala beban hatimu akan menjadi abu. Namun dibalik segala kekacauan, perang urat saraf dan emosi tinggi yang terjadi, andaikata ini adalah sebuah pertunjukan teater, maka kalianlah orang-orang di belakang layar yang harus diberi terimakasih pertama kali. Menjadikan pertunjukan selalu tampil meriah dengan kesederhanaan.

Suatu saat nanti, secara tiba-tiba seseorang akan mengirimkan pesan tentang pertemuan kembali, hanya sebuah “konsep tiba-tiba”, seakan turun begitu saja dari langit tanpa perencanaan, hanya sekedar berkumpul dan tertawa lagi, mengenang segala bentuk keanehan yang jarang terjadi di Kamonji. Dari hilangnya spanduk KKN hari kedua yang menggelagar ke seantero posko, tragedi tergelincirnya 5 meter mas bagus, perebutan hati andini, hingga bangkitnya jaka tinggkir di kamonji. Tak ada yang boleh marah, keanehan yang terjadi disimpan rapi dalam kenangan, walau terkadang sakit, namun sakit yang tidak akan terulang kedua kalinya. Seperti laptop mas bagus yang banyak memakan korban trauma telah dianggap sebagai rahmatan lil ‘alamin. Laptop Bagus untuk semua ummat manusia, tanpa dibatasi jenis kelamin, strata dan agama. dalam kondisi emergensi semua bisa bunuh diri. Hahaha.

Dan begitulah, segala bentuk memori dirangkai menjadi satu, terukir dalam hati dan tersimpan rapi dalam ingatan. Menuggu terkuak pada suatu hari nanti, dalam sebuah harmoni.

Dan jika kita tidak pernah bertemu lagi, sekiranya izinkahlah nurani berkata bahwa kamonji adalah Rumah pertama bagi keluarga kecil ini dan kita adalah keluarga, karena bersama kita telah ciptakan kenangan, memory terbaik dari pengalaman sekali seumur hidup. Entah pantas atau tidak, baik atau buruk. Ia tetaplah kenangan, tersimpan rapi dalam hati masing-masing dari kami.

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

2 tanggapan untuk “75 HARMONI, KAMONJI

  • Maret 31, 2017 pada 11:40 am
    Permalink

    Bikin mewek ahh kalian tetap terbaik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares