PADA MENAENG IBRAHIM BERI YANG ULANG TAHUN DI HARI JUM’AT YANG BIASA

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Tepat 30 hari yang lalu draft ini ditulis, saat kami mulai sadar bahwa fisip dan tanjung sedang dalam getaran hebat, dan 7 hari pasca hari kelahiran muksin sandal rey yang kami kira masih sendiri, sepertimu. Saat itu kami sibuk dengan banjir.

Tak bisa kami pungkiri bahwa suatu waktu dalam sebuah status kami pernah mengucapkan bahwa “kata-kata selamat ulang tahun itu tidak pernah menjadi hal penting untuk kami, untuk apa mengucap selamat pada umur yang makin hari makin berkurang”. Tapi terkecuali pada mereka yang kami rasa layak diberi penghormatan. Kami tidak mengucapkan kata selamat sesakral doa.

Tapi kami juga tidak tega mengatakan “selamat, umur anda makin berkurang, bertobatlah secepatnya, anda semakin tua, istirahatlah”. Maka dari itu kami berlaku ala kadarnya sesuai tradisi universal, kami hanya berucap “Selamat ulang tahun, Semoga panjang umur”. Hanya itu hanya sekedar kata selamat,  dengan embel-embel penyedap dibelakangnya sebagai pengingat bahwa anda semakin tua.

Tak ada harapan khusus, kami hanya akan mengajak anda kembali pada pikiran masa lalu. Pikiran dimana “diammu bukan lagi emas”. Serta merefleksikan kembali apa yang telah dicapai dan dilalui. mengigat saat diammu adalah bagian dari perjuangan, luhur dalam cita dan harapan baik. Mungkin juga tidak, tapi anda harus merefleksikanya sendiri. Sendiri, diruangan gelap, bisu dan kedap.

Sambil berharap bahwa penyesalan akan datang padamu.

kami juga tidak akan meminta maaf, walau sudah tahu banyak salah. Kami sadar bahwa sering tak ada saat dibutuhkan, datang seenaknya. Dan itu mengasikkan, anda harus mencobanya sesekali.

Kami hanya merangkum tujuhhal, sesuai bulan lahir, bukan tanggal lahir karena itu terlalu banyak. Namun karena tujuhhal itulah mengapa kami menghormati anda. Walau kita seangkatan, tapi anda ketua gengnya.

Pertama Pria sejati dengan jenggot yan berserakan, bernama lengkap Menaeng Ibrahim Beri, ia adalah seniman sejati. Di segala ruang, dan bidang, asal ada gitar (dan orang yang tahu bermain gitar), semua akan jadi pertunjukan. Semua tempat, di mana ia duduk atau berdiri menyanyi sambil menggenjreng gitar, akan menjelma panggung yang beraura Regge. ia bisa menangkap aspirasi dari semua jenis seniman yang ada di lingkungannya.

Kedua, ia bisa menghibur semua orang beserta orang-orang terdekatnya jika mereka semua tertekan kejiwaanya dan butuh hiburan. Suaranya tidak bagus-bagus amat, agak cempreng ke kiri ketrampilannya menggenjreng gitar juga tidak hebat-hebat amat, mungkin juga tidak bisa. tapi di klopkan aja, pas. Lagunya merakyat dan tangkas. Mirip sekali dengan Presiden Jokowi. Rasa malunya tertinggal di kampung halaman.

Ketiga, Jarang tidur, asal ada kopi dan rokok. Menaeng adalah anak kesayangan Tuhan yang 100 persen baik-baik saja.

Keempat, solidaritas yang luar biasa, perkara solid bukan cuma perkara gemeinshaft camp. Tapi juga perkara rokok yang estafet, putaran gelas, debat urat saraf, rapat sampai dengan gotong-royong membersihkan halaman. Bagi kami, anda adalah perwujudan sejati gemeinschaft by blood. Bukan saudara karena keturunan darah, tapi saudara karena darah kita sama-sama berwarna merah. Setidaknya, jika secara kolektif manusia di dunia mengaggap bahwa persamaan warna darah menandakan bahwa kita adalah saudara yang sama, takkan ada pertempuran atas nama suku, agama dan ras.

Kelima, menaeng bukan orang yang akan dengan mudah merangkum kekeliruan orang lain hanya dengan satu kesalahan. Meskipun beberapa kali kami katakan kalau ia adalah manusia Stoik, ia tidak akan mencari definisi kata-kata itu. Ia akan memilih mengikuti ajaran agama secara Universal, yaitu berbuat baik. Baginya agama itu lahir dengan ajaran yang baik. Maka berbuat baiklah jika kau manusia beragama. Kira-kira seperti itu kata-kata yang pernah ia ucapkan. Ia bukanlah pemulung kebijaksanaan, menempatkannya sebagai etalase dalam hidup.

Keenam, Di zaman ketika gajet dan teknologi digital adalah keseharian, dimana selfie merupakan praktik keabadian. Ia bukan mantan gondrong gimbal alay yang akan memposting setiap kegiatannya setiap hari, sehingga tak cocok kalau menaeng diserupakan dengan arsip yang mencatat peristiwa sejarah.  Hal ini membuktikan, bahwa Anda, warga indonesia yang sehat dan waras. Dalam abad media, perkataan bahwa citra adalah segalanya, tidak berlaku untuknya.

Ketujuh, Wajahnya yang riang, ia memberi kesempatan bagi anak-anak tidak bisa membaca agar bisa membaca dengan jaminan konstitusi. Tentu praktik dan teori yang ia tekuni seperti sepasang kekasih yang cemburu, sering gagal terlaksana ketika berencana. Tak singkron aksi dan teori.

Jika anda beranggapan bahwa apa yang kami (saya) katakan diatas itu semuanya salah dan anda tidak percaya lagi dengan kami. Boleh-boleh saja. Tapi apabila suatu saat nanti menaeng menjadi seorang pejabat Negara, dan kursi kuasa yang ia duduki diminta kembali oleh rakyat, maka percayalah, bahwa kamilah satu-satunya orang yang yakin, bahwa anda tidak akan segan berdiri. Dan meminta maaf.

Jangan hanya bercita-cita menjadi petani pak menaeng. Jadilah orang yang mensejahterakan mereka, dengan beragam gelar mentereng dibelakang namamu. Agar kami dapat mengirim surat dengan tulisan yang tertera disampulnya, Kepada ; Yth. Bpk D.r Menaeng Ibrahim Beri, S.Sos, M. Si. Teman saya. Di tempat.

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares