NASI GORENG UNIVERSAL UNTUK KEMANUSIAAN

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Jika kejahatan realistis adalah penyakit universal, maka cinta adalah obat penangkal universal

yang menghadapi kekejaman dengan cara non realistis

dan menggantikan seleksi alam, dengan harmonisasi secara kemanusiaan.

Maka Sadarilah, dunia yang mungkin saja bulat atau datar ini

bukan hanya milik anda, kami juga hidup disini.

Jadi tolong saling memberi ruang.

 

Kpd , Yth. Efraim yudi Dermawan, yang menulis namun jarang selesai.

Bersama ini kami sampaikan, bahwa telah banyak bermunculan penguasa yang anti kritik diluar sana dan berjenis sama dengan anda. Kami adalah pengkritik, namun sedang dalam penyelesaian studi. Bukannya mau menyelamatkan diri, namun sekedar jaga-jaga kalau mereka naik pitam, mencari dan memboikot jalur masa depan kami yang masih samar-samar ini.

Efraim Yudi Dermawan,  semoga anda tak pernah lupa hari dimana kita semua berhasil lolos dari kematian karena nasi goreng buatan anda telah melampaui batas pedas dan asin manusia normal. Sungguh dalam hati kami sangat kecewa. Ketidak pahaman anda memasak nasi goreng telah menyimpang jauh dari hakekat sebenarnya. Nasi Goreng bagi kami adalah Rahmatan Lil’alamin sebagai suatu bentuk rasa yang dapat mempersatukan seluruh manusia dalam satu suapan penuh barokah. Makanan yang harusnya dapat dinikmati dengan sentosa oleh semua rakyat Indonesia tak perduli tua-muda, kaya-jelata, tinggi-pendek, jelek-tampan, hitam-putih, baik atau jahat. Nasi goreng tak pernah sekalipun pilih kasih. Ia adalah cita rasa semesta. Cita rasa yang dapat mempersatukan semua suku, agama, ras dan golongan. Semua dipadu padankan dalam satu ruangan sempit berkipas angin satu. Sebagai seorang penikmat nasi goreng sejak belum sekolah, sejujurnya anda telah lalai, anda pada hakekatnya telah merenggut satu kenikmatan duniawi terbesar dalam sejarah penciptaan manusia.

Hari itu, anda sebenarnya telah meng’skors’ sebuah kenikmatan yang harusnya dapat diperbaiki kembali. Namun, anda telah silap. Kesalahan anda adalah memasukkan terlalu banyak rica kedalam setiap elemen nasi tersebut hingga mulut kami menganga karena bingung antara asin yang keterlaluan atau pedas yang kelewatan. Kamipun para pecinta nasi goreng mau tidak mau harus memakannya demi menghargai anda sebagai pemangku title koki. Ini adalah aib memalukan yang harus anda bawa seumur hidup. Aib karena membatasi akses kami untuk menikmati setiap kunyahan yang harusnya dinikmati dengan keceriaan, keriangan dan kegembiraan pada september yang banyak kado itu.

Kami mencintai Nasi Goreng dimana pun ia dibuat. Nasi goreng akan tetap nasi goreng walaupun anda mencampurkan bahan masakan apapun, walaupun akan menjadikan tubuh kami tidak sehat. Hari ini kami akan turun tangan, mendirikan ihtiar dan menolak lupa. Bahwa hari ini kecamuk orde baru berdiri kembali bersama spaluta yang anda pegang. Dimana bersuara saat makan artinya menghina sang koki.

Kami bukan sekumpulan orang bodoh yang akan dengan mudahnya terhanyut dengan sugesti walau anda berkata “nasi goreng buatan saya ini adalah nasi goreng ter enak sejagat”. Kami belajar dari Thomas Alva Edison, apabila ia termakan sugerti bahwa apa yang ia lakukan adalah omong kosong, maka ia tak akan berhasil menciptakan bola lampu pada percobaan ke 100. Jika saja ia termakan sugerti dan berhenti pada percobaan ke 99, maka hari anda bisa bayangkan bagaimana rasanya memasak di suasan gelap gulita. Seperti itulah kami, kami akan terus melawan anda demi kelangsungan hidup nasi goreng di dunia.

Kami bukanlah penonton bayaran yang bersorank ria sambil memperagakan gerakan cuci-jemur-cuci-jemur sambil berteriak dengan lantang, lala yeye-yeye, lalala yeye-yeye.

Kami adalah orang-orang yang akan berteriak, memukul-mukul piring, belanga bahkan dandang jika diperlukan jika anda melakukan kesalahan dalam meracik dan memasak nasi goreng. Karena diam dan mati, milik dia yang tak bisa berdiri. Kata 4:20.

Yang kami inginkan hanya satu, kedamaian untuk makan, menikmati dan membuat nasi goreng kami semdiri. Walaupun anda telah menciptakan sebuah anomali dalam proses pembuatan nasi goreng ini. Belum lagi anda memaksa kami untuk menambahkan bumbu-bumbu penyedap rasa yang kami rasa tak perlu. Kami punya cara sendiri untuk membuat nasi goreng kami, tak perlu anda ikut campur dan anda pun akan mendapatkan bagian paling banyak dari nasi goreng buatan kami ini.

Kami memengkritik. Bukan karena kami bodoh, namun karena iklan berkata “soal rasa, lidah tak pernah bohong, Resep yang anda paksakan tak pernah cocok leher kami. Tapi anda menerjemahakan kritik sebagai berontakan?. Bukankah dinegara ini kritik itu wajar?. Mungkin anda memancing pemberontakan itu. Ingatlah tuan koki, pemberontakan terjadi bukan karena kritik, namun karena PEMBUNGKAMAN. Saat mulut di bekap dan tangan serta kaki diikat. Anda pasti sebih paham karena anda sudah tua. Jika anda berkata “tua bukan berarti tahu segalanya”. Lalu mengapa anda marah saat di kritik?. Lidah anda tidak terbuat dari materi mulia yang bilamana berucap berarti titah yang haus dijalankan.

Efraim Yudi Dermawan. Bagi kami, ketegangan karena masakan ini adalah hal yang tak perlu. Sayangnya konstiusi kita tidak mengatur soal pembuatan nasi goreng. Negara kita telah digerogoti penjarah disetiap lini, setiap kasus terbit di tivi menjadi cetar dan saling menutupi, lapindo, freeport, E-ktp, hambalang, susu formula, mafia migas, bisnis manusia, PKI sampai ikanpun di gerogoti. Tak perlu lah karena nasi goreng ini kita beradu kedaulatan antar sesama manusia. Belum cukupkah menderitakah orangtua kami karena manuver politik yang susah ditebak. Atau leher kami harus jadi tumbal kekuasaan hanya karena sesuap nasi goreng yang anda buat?. Kami ini insan pak, bukan seekor sapi yang di cocok hidungnya. Bekerja bersama hati, bukan atas arogansi. Kata seseorang dalam lagu.

Nasi goreng yang enak tak hanya berhak dimakan oleh anak-anak penguasa. Bila suatu saat waktunya tiba, kami yakin, nasi goreng akan menunjukan jati diri yang sesungguhnya, membawa generasi-generasi yang memakannya dengan sungguh-sungguh menjadi generasi terbaik yang pernah ada. Ia tak akan tebang pilih. Nasi goreng adalah takdir yang keberadaanya dapat dinikmati oleh setiap kasta, dijual di tiap warung. Mulai dari emperan sampai perhotelan. Ia adalah anugerah yang diturunkan langsung pada semua umat manusia dan tak ada seorangpu kuasa untuk membendung kehadirannya.

Catatan:

Cerita ini mungkin fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, peran atau kejadian, mungkin itu tak disengaja.

Kami mencintai ranah kemungkinan karena kami manusia biasa yang kemungkinan khilaftnya lebih besar.

Jika anda tersinggung, ya alhamdulillah, segera bertobat agar anda dapat faedah.

bagikan pada yang lain . . . ! ! !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares